Free cookie consent management tool by TermsFeedHack a Farm: Upaya Memajukan Sektor Pertanian di Tangan Petani Milenial - Demfarm
logo-demfarm

Hack a Farm: Upaya Memajukan Sektor Pertanian di Tangan Petani Milenial

·
<p>Menjadi petani muda sukses &#8211; Foto oleh Pinterest</p>

Menjadi petani muda sukses – Foto oleh Pinterest

(Istimewa)

PERTANIAN merupakan sektor penopang yang penting bagi kelangsungan perekonomian di Indonesia. Dari data BPS pada 2017 dan 2018, PDB sektor pertanian menyumbang 3,7 persen. Angka ini mampu melampaui target nasional yaitu 3,5 persen. Selain perekonomian, sektor pertanian juga menjadi pilar penting bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Kementerian Pertanian menargetkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045.

Hal ini membuat kebutuhan pangan menjadi sebuah permasalahan yang terus diusahakan oleh berbagai pihak. Banyak pihak tergugah untuk mencari jalan keluar dari berbagai tantangan mengenai masalah pangan. 

Berangkat dari masalah tersebut, Indmira, perusahaan berbasis teknologi yang telah melakukan penelitian dan pengembangan agrokomplek (pertanian, kehutanan, peternakan dan perikanan) serta rehabilitasi lingkungan sejak tahun 1985, bersama dengan Jala dan Petani Muda menghadirkan Hack A Farm. Hack A Farm adalah sebuah wadah kolaborasi anak muda Indonesia yang memiliki ketertarikan di bidang pertanian untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi permasalahan di sektor pertanian. 

“Hack a farm sebagai ruang bertemu bagi calon generasi muda pertanian maupun IT dengan pegiat praktisi yang sudah terlebih dahulu terjun di bidang pertanian untuk berbagai masalah riil pertanian di Indonesia,” ungkap Aryo Wirawan selaku CEO Indmira.

Pada tahun 2021, Hack A Farm kembali hadir dan berfokus untuk ikut serta dalam pembangunan perikanan Indonesia dengan mengusung tema akuakultur. Hack A Farm 2021 memiliki tujuan untuk dapat mewadahi pengembangan berbagai teknologi aplikatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembangunan di sektor perikanan.

Pengembangan teknologi ini melingkupi banyak sector yang berpengaruh langsung pada dunia akuakultur. Teknologi ini menyangkut keseluruhan proses pada bidang akuakultur seperti proses pra-produksi, produksi, dan pasca produksi.

Hack A Farm menawarkan serangkaian kegiatan pengembangan skill dan teknologi dalam bentuk kelas online, workshop, mentoring, dan akan ditutup dengan presentasi hasil akhir dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan. 

Keuntungan Bagi Petani yang Memanfaatkan Digital Farming

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemkominfo Septriana Tangkary mengatakan, saat ini pemerintah sedang mendorong petani di Indonesia untuk menerapkan digital farming. Bahkan, pemerintah memiliki target 1 juta petani milenial yang ikut tergabung dalam 40 ribu kelompok di masing-masing daerah di mana dalam setiap kelompok terdiri dari 20-30 orang. Saaat ini masyarakat Indonesia sudah menjadi masyarakat digital karena saat ini semakin mudah untuk mengakses informasi melalui berbagai platform teknologi digital yang menawarkan inovasi fitur dari medium komunikasi yang kian interaktif.

Dia menjelaskan digital farming adalah program agar petani mengelola sektor pertanian dengan berbasis bantuan digital agroteknologi. Apalagi saat ini revolusi industri sudah semakin tampak karena maraknya penggunaan mesin-mesin otomatis yang sudah terintegrasi dengan jaringan internet. 

Dengan teknologi, semua orang dapat menggunakan berbagai aplikasi untuk meminimalkan risiko yang ada. Saat ini, sudah ada beberapa digital farming yang sudah diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) diantaranya Smart Green House, Smart Irigation System, dan Smart Farming berdasarkan teknolgi IT. Inovasi dengan teknologi ini pun sudah menciptakan beberapa platform digital yang menghubungkan para petani dengan konsumen, seperti TaniHub, PakTaniDigital, LimaKilo, dan AgroMaret.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyebut pertanian merupakan sektor yang paling bertahan dalam masa pandemi COVID-19, dengan tumbuh sebesar 16,24% di saat sektor lain mengalami penurunan. Hal ini didukung pola konsumsi masyarakat yang menempatkan bahan pokok sebagai prioritas pengeluarannya (99,99%) menurut data BPS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan meninjau lokasi pertanian yang dikembangkan oleh petani milenial dengan konsep smart farming melalui penggunaan teknologi di Klaten, Jawa Tengah. Menurutnya, program Millenial Smartfarming merupakan ekosistem pemberdayaan milenial melalui pembinaan dan pengembangan ekosistem pertanian digital (IoT) dari hulu ke hilir serta meningkatkan Inklusi Keuangan Desa. 

Program ini bertujuan mengimplementasikan pertanian cerdas dengan penerapan digitalisasi pertanian dengan Internet of Things (IoT), membentuk ekosistem pertanian dengan pembukaan akses pasar kepada petani, sehingga penghasilan petani terjamin serta mengoptimalkan inklusi keuangan perbankan.

Konsep Digital Farming PKT

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) terus melakukan inovasi dalam menjawab tantangan disrupsi. Upaya ini dilakukan juga untuk tetap berkompetisi di pasar. Momentum Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2021, menjadi semangat bagi insan PKT untuk terus berinovasi, utamanya dalam meningkatkan komitmen sebagai salah satu perusahaan dengan predikat National Lighthouse Industry 4.0, sekaligus role model implementasi teknologi industri 4.0 bagi dunia industri tanah air. 

Sesuai tema “Integrasi Riset untuk Indonesia Inovatif” dengan sub-tema “Optimisme Inovasi Berbasis Teknologi di Tengah Pandemi”, Hakteknas tahun ini dimaknai PKT sebagai kesinambungan langkah untuk terus produktif, melalui pengembangan inovasi guna mempertahankan kinerja positif dan menciptakan sektor vital yang tangguh dalam jangka panjang. 

“Pandemi bukan halangan untuk tetap produktif, karena PKT terus mengembangkan inovasi teknologi dalam mendukung kinerja Perusahaan dan karyawan berperan aktif dalam implementasi industri 4.0 di PKT,” papar Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi.

Dijelaskan Rahmad, transformasi bisnis yang berorientasi industri 4.0 dalam menghadapi pandemi Covid-19, dilaksanakan PKT dengan menerapkan Artificial Intelligence dan metode forecasting, yang berdampak pada efisiensi dan kinerja sekaligus meningkatkan aspek competitiveness Perusahaan. Selain itu, PKT juga melakukan pembenahan dan perbaikan seluruh resources untuk optimalisasi digital dengan berbagai use case industry 4.0 yang berhasil diterapkan, diantaranya Smart Operation, Smart Maintenance, Smart Distribution, Digital Performance Management System, Smart Farming Solution dan use case lainnya. PKT juga menjalin kerjasama dengan berbagai institusi dan lembaga pendidikan maupun riset di Indonesia, untuk beragam terobosan berbasis digital. 

“Inovasi berdampak pada pencapaian realisasi target Perusahaan, seperti penurunan frekuensi dan durasi unscheduled shutdown, meningkatnya efisiensi energi, rate produksi, indeks keandalan pabrik, efisiensi biaya distribusi, produktivitas pekerja, serta efisiensi biaya produksi dan daya saing,” terang Rahmad.

PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) juga mengembangkan Precision Agriculture Platform for Oil Palm (PreciPalm), yang merupakan solusi pertanian untuk perkebunan sawit. PreciPalm merupakan teknologi yang menyediakan informasi mengenai kondisi nutrisi unsur makro lahan kelapa sawit secara cepat dan presisi dalam bentuk peta digital lahan, yang diolah dari citra satelit dan model matematis. (*)

Penulis: Tyo

Topik
Artikel Terbaru