Free cookie consent management tool by TermsFeedPupuk Kaltim Raih Peringkat Tertinggi ESG Risk Rating Dunia untuk Sektor Agrokimia - Demfarm
logo-demfarm

Pupuk Kaltim Raih Peringkat Tertinggi ESG Risk Rating Dunia untuk Sektor Agrokimia

·
Prestasi PKT dalam ESG Risk Rating
Prestasi PKT dalam ESG Risk Rating (Demfarm)

ESG (Environment, Social, and Governance) merupakan poin krusial bagi perusahaan. Ini bukan sekadar panduan, melainkan landasan bagi perusahaan saat mempertimbangkan investasi. Perusahaan yang mengutamakan dan menerapkan ESG dalam operasionalnya menghadirkan pijakan kokoh dalam pengambilan keputusan jangka panjang. Mereka yang menempatkan ESG sebagai prioritas dinilai memiliki ketahanan yang lebih kuat menghadapi krisis dan mampu menciptakan nilai jangka panjang yang substansial.

Adopsi ESG tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan dalam meningkatkan nilai ekonominya untuk menarik investor. Lebih dari itu, hal ini memberi dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi limbah, emisi karbon, serta dampak polusi terhadap air dan udara. ESG juga membantu meningkatkan reputasi perusahaan secara menyeluruh. Perusahaan yang menjadikan ESG sebagai prinsip bisnisnya menarik minat dari konsumen, karyawan, dan masyarakat secara umum. Ini tak hanya meningkatkan citra perusahaan untuk investor, tapi juga memperkuat identitas merek yang berujung pada keunggulan kompetitif. Lebih jauh, implementasi ESG berperan dalam mencegah praktik greenwashing yang kadang terjadi di dalam perusahaan.

Prestasi PKT dalam ESG Risk Rating

PT. Pupuk Kaltim (PKT) terus bertumbuh sebagai perusahaan petrokimia terdepan di Indonesia dan dunia dalam setiap aktivitas bisnis dan operasional. PKT juga terus mengimplementasikan prinsip ESG dalam setiap lini aktivitas perusahaan. Bagi PKT komitmen untuk menjalankan bisnis keberlanjutan bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban tetapi sudah mendarah daging. Inisiatif ESG yang diimplementasikan oleh PKT inilah yang diakui banyak pihak lewat raihan penghargaan dan pengakuan baik di level nasional maupun global.

Prestasi terbaru adalah PKT berhasil meraih posisi teratas dunia di penilaian ESG Risk Rating untuk sektor agrokimia. Sebelumnya PKT juga berhasil meraih posisi ketiga pada penilaian serupa pada JUni 2023 lalu. Kini PKT berhasil naik tingkat ke posisi pertama dari total 73 perusahaan sektor agrokimia di dunia. Penghargaan ini adalah bukti dari komitmen PKT untuk terus menginisiasi penerapan ESG di lingkungan perusahaan. Jika sebelumnya PKT berada di posisi 3 dari 40 perusahaan dunia, kini PKT berhasil naik peringkat dalam rating baru dengan skor tertinggi dari 73 perusahaan global. 

Skor yang didapat adalah hasil dari asesmen Lembaga ESG Rating MOrningstar SUstainalytics, yaitu 21,3. Skor ini menjadikan PKT dinilai memiliki resiko medium dalam mengalami dampak keuangan material dari faktor- faktor ESG. ESG Risk Rating mengukur angka capaian PKT melalui dua faktor penilaian, yaitu Exposure dan Management. Exposure adalah kerentanan perusahaan terhadap risiko ESG dan Management merujuk pada aksi yang diambil oleh perusahaan untuk mengatasi ESG.

Komitmen PKT dalam Penerapan ESG 

PKT dengan komitmennya untuk terus mengimplementasikan prinsip ESG dalam menjalankan perusahaan di setiap lini. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab dari PKT untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan yang berkelanjutan dan menyeluruh. Bentuk nyatanya adalah PKT berkontribusi pada lingkungan hidup yang dikemas dalam upaya dekarbonisasi yang menargetkan penurunan emisi sebanyak 32% serta mendukung upaya Net Zero Emission pemerintah di 2060. PKT juga melakukan beberapa program seperti Community Forest dan pembangunan pabrik soda ash dan lainnya. PKT juga mengutamakan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk mempercepat dekarbonisasi. Misalnya, co-firing boiler batubara dengan biomassa sawit yang ditargetkan pada 2030 bisa menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 59 ribu CO2 melalui substitusi dengan biomassa. Ada juga penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan target penurunan emisi sebanyak 9 ribu ton CO2 di 2030.

Tidak hanya dalam aspek lingkungan, PKT juga terus mengutamakan aspek sosial dalam ESG. melalui program MAKMUR, PKT terus mengutamakan pemberdayaan petani dan masyarakat. Hingga Juni 2023 program MAKMUR sudah mencapai 34.082 hektar wilayah tanam dengan target tahunan sebesar 64.000 hektar. Program ini telah melakukan penyaluran dana sebesar 5,3 miliar rupiah untuk lebih dari 29.000 mitra binaan. PKT juga berhasil meraih GCG Score dengan predikat Sangat Baik di tahun 2022 sebagai bukti baiknya tata kelola perusahaan. Strategi dan dampak positif pengaplikasian praktik GCG di perusahaan ini berdampak pada kinerja positif yang diraih PKT dari tahun ke tahun.

Inovasi hijau dan berkelanjutan memberikan berkah bagi PKT baik dari sisi kinerja produksi maupun keuangan dan berhasil mencatatkan prestasi impresif di tahun 2022. PKT terus melakukan komitmen untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta mengusung teknologi terdepan agar dapat terus berinovasi dan bertumbuh dengan lebih baik lagi. (Fitri)

Topik
Artikel Terbaru