Free cookie consent management tool by TermsFeedRegi Zamzam Sukses di Usia 23 Tahun sebagai Petani Sayur, Sudah Hasilkan Ratusan Juta - Demfarm
logo-demfarm

Regi Zamzam Sukses di Usia 23 Tahun sebagai Petani Sayur, Sudah Hasilkan Ratusan Juta

·
Petani muda sukses bertani hidroponik
Petani muda sukses bertani hidroponik (Demfarm)

Regi Zamzam, petani muda berusia 23 tahun, berasal dari Kampung Cihonje, Desa Tanjung Pura, Kecamatan Rajapolah, Tasikmalaya, adalah figur yang memancarkan inspirasi. Meskipun usianya tergolong muda, Regi telah mengubah jalannya kehidupan dengan menjadi petani sayur menggunakan metode hidroponik di lingkungannya. Regi bukanlah pribadi dengan latar belakang pertanian, namun semangatnya yang membara telah membawanya menjadi petani sayur hidroponik yang inovatif.

Perkenalannya dengan hidroponik dimulai saat kunjungannya ke rumah kaca milik petani hidroponik bernama Pak Jemmy. Kesempatan yang diberikan oleh Pak Jemmy membuka pintu bagi Regi untuk mengenal dan memulai perjalanan baru dalam dunia hidroponik. Bagi petani tanpa pengalaman di bidang pertanian, hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Regi. Namun, semangatnya tak tergoyahkan. Regi terus maju dan berhasil menjadi petani sayur yang sukses. Dukungan dari Kepala Desa Tanjung Pura, Tasikmalaya, yang menyediakan anggaran desa untuk pengembangan hidroponik di wilayahnya, juga turut memperkuat langkah Regi.

Dengan ilmu baru dan dukungan finansial dari Desa, Regi memulai usahanya dalam bidang hidroponik bersama seorang rekan. Awalnya dengan 2.000 lubang tanam, kini Regi berhasil meningkatkannya menjadi 6.000 lubang tanam hidroponik. Dalam sistem hidroponiknya, Regi menggunakan metode air busa dan talang, menghilangkan kebutuhan akan penyiangan atau pemupukan manual. Sistem sirkulasi air dengan mesin pompa digunakan untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman sayur, memberikan hasil panen yang segar dan lezat tanpa getah yang biasa terdapat pada sayuran konvensional.

Setiap harinya, Regi mampu memperoleh sekitar 4 kwintal sayur dari hasil panen. Satu lubang tanam menghasilkan sekitar 200 gram. Dengan siklus peremajaan dalam sistem hidroponiknya, Regi mampu memanen setiap 20 hari, meningkatkan potensi penghasilan. Kesuksesan ini tak membuatnya berkecil hati. Regi aktif membantu petani lokal dengan membeli hasil panen mereka, mendukung perekonomian lokal serta memberi peluang pada petani untuk meraih pendapatan lebih dalam bidang hidroponik. Jaringan pasar yang solid telah Regi bangun, menjual sayur hasil panennya dan petani lokal ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, dan sekitarnya.

Sebagai petani muda yang berhasil, Regi menjadi sumber semangat bagi semua orang untuk tak takut mencoba hal baru. Dengan semangat, tekad, dukungan, dan keinginan belajar yang kuat, seperti yang ditunjukkan oleh Regi, kesuksesan bisa diraih tanpa menghiraukan latar belakang yang dimiliki.

Tantangan dan Peluang Pertanian Hidroponik di Indonesia

Saat ini, kebutuhan akan sayuran hidroponik melonjak tajam, seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat. Fenomena ini membuka peluang besar bagi industri sayuran hidroponik, terutama di kota-kota dengan lahan terbatas. Sebagian masyarakat melihat pertanian hidroponik sebagai hobi yang menyenangkan, sementara yang lain melihatnya sebagai peluang bisnis yang menjanjikan.

Namun, meski potensinya besar, industri pertanian ini tidak luput dari tantangan. Salah satunya adalah pemeliharaan suhu dan kelembaban, terutama dalam kota yang rentan terhadap cuaca panas. Variasi suhu dapat berdampak pada kualitas dan kesehatan tanaman hidroponik. Tantangan sumber daya manusia juga tak bisa diabaikan, mengingat diperlukan tenaga kerja yang terampil dan berpengalaman. Perawatan hidroponik juga bukan perkara mudah, mulai dari pengaturan kualitas air hingga aspek permodalan yang tak terlalu sederhana.

Banyak aspek teknis yang menjadi fokus, termasuk kualitas air dan perawatan sistem hidroponik yang membutuhkan keahlian khusus. Meskipun modal awal yang dibutuhkan cukup tinggi, instalasi hidroponik dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, meminimalisir pengeluaran dalam jangka waktu yang panjang. Tantangan-tantangan ini menjadi bagian dari dinamika dalam mengembangkan industri pertanian yang berbasis teknologi seperti hidroponik.

Tips Sukses Bertani Hidroponik untuk Pemula

Jika tani muda berniat untuk memulai bertani dengan cara hidroponik, yuk ikuti beberapa tips berikut ini : 

  • Tentukan Lokasi yang Tepat

Tani muda harus memilih tempat dengan kondisi yang baik. Tani muda bisa memilih menggunakan green house ataupun outdoor.

  • Pilih Sistem Hidroponik yang Ideal

Sistem hidroponik memiliki beberapa jenis, seperti DFT, NFT, maka tani muda bisa memutuskan terlebih dahulu sistem mana yang akan digunakan.

  • Memilih Jenis Tanaman

Pilihlah tanaman yang perawatannya tidak membutuhkan waktu lama seperti aneka sawi, selada, bayam, dan kangkung.

  • Perhatikan Pencahayaan Sinar Matahari

Tani muda harus memberikan tanaman pencahayaan yang cukup yaitu sekitar 6 jam perhari.

  • Penyemaian Benih

Penyemaian benih menjadi salah satu kunci keberhasilan bertani dengan sistem hidroponik. Cara sederhana menyemai adalah rendam terlebih dahulu benih sekitar satu jam, pilih benih yang tenggelam saja, yang melayang dan mengambang dibuang. Taruh di media semai dan tutup lalu tempatkan benih di tempat gelap selama 24 jam untuk memacu perkecambahan. Setelah mulai berkecambah kenalkan dengan sinar matahari pagi dan berlangsung sampai siang bahkan sampai sore hari.

  • Proses Penanaman

Setelah benih mulai berkecambah, tani muda sudah bisa menanam benih pada media tanam misalnya rockwool dan menempatkan di instalasi hidroponik.

  • Periksa Kualitas Air

Air adalah komponen yang sangat penting dalam pertanian hidroponik. Oleh sebab itu tani muda harus sering mengontrol kualitas air. PH air yang ideal adalah sekitar 5,8 hingga 6,2. Tidak hanya Ph air, tetapi tani muda juga harus memberikan air yang baik dan bersih.

  • Pilih Nutrisi yang Tepat

Pilih produk nutrisi hidroponik yang dirancang sesuai dengan tanaman, tersedia dalam bentuk kristal maupun cair. Baca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan pupuk.

  • Kenali Pasar
  • Lakukan Investasi yang Tepat (Fitri)
Topik
Artikel Terbaru